Kamis, 21 Mei 2009

Ketika Yesus Lahir Di Hatiku



The Passion of The Christ-Injil diberitakan
Awal perjumpaanku dengan Yesus adalah melalui film The Passion of The Christ. Film ini menjadi berkat buat hidupku, karena dari film inilah injil keselamatan diberitakan. Saya menonton film ini karena saya tertarik dengan apa yang diperbincangkan oleh orang-orang setelah mereka keluar dari bioskop-bioskop. Kontroversi yang dilontarkan membuat saya tertarik apa sih yang sedang mereka bahas dan apa menariknya film tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk menonton. Saat itu saya tidak mengerti mengapa ada manusia yang mau menderita sampai mati tanpa alasan yang jelas.
Hari demi hari berlalu, waktu demi waktu berlalu. Belum ada perubahan apa-apa dalam diri saya. Saya masih menjalani hidup ini dengan ketidakpastian dan tanpa tujuan hidup yang jelas. Hubungan dengan keluarga tidak membaik, hubungan dengan teman semakin memburuk, pekerjaan semakin berat dan tidak jelas, membuat jiwa saya mengalami kelelahan. Saya termasuk orang yang rajin beribadah menurut kepercayaan yang saya anut. Tapi saya tidak mengalami perubahan yang baik, justru semakin buruk, bahkan saya sampai kehilangan identitas diri. Saya sempat menjadi ragu apakah benar saya ini anak kandung dari orang tua saya sendiri. Pikiran saya kacau, dan ini juga berdampak pada pekerjaan saya. Saya merasa seperti terhimpit oleh kedua dinding tembok, dan saya tidak bisa melepaskan diri saya untuk menuju perubahan yang lebih baik. Saya ingin berteriak, tapi tidak tau harus kemana.
Saya butuh Tuhan. Tapi Tuhan itu seperti apa? Saya bertanya-tanya dalam hati, siapakah Tuhan itu? Dimanakah aku dapat menemukan Dia?

Dilawat Tuhan Yesus
Dari segi pekerjaan , saya semakin ditekan oleh pimpinan perusahaan. Saya ingin keluar tapi karena saya sudah bekerja selama 3 tahun, saya layak untuk mendapat uang pesangon. Namun karena pimpinan saya bukanlah orang yang bijaksana, sehingga dia terus menekan saya agar saya mengundurkan diri sendiri tanpa uang pesangon. Mereka menekan saya secara psikologis dan pekerjaan-pekerjaan yang berat. Saat itulah saya teringat kembali film The Passion of The Christ. Saya percaya saat itu saya sedang dilawat oleh Tuhan Yesus. Film tersebut seperti berputar ulang dalam benak saya, terutama saat Yesus dicambuk, didera, dipaku dan mati dikayu salib. Dan saat itulah saya tahu dan sadar bahwa Yesus bukanlah manusia biasa dan Dia tidak berdosa. Tapi Dia harus menanggung penderitaan itu untuk manusia(umatNya) akibat dosa dan kejahatan manusia. Hati saya terharu, Yesus mati buat saya, menderita buat saya, air mata saya mengalir deras. Saya menangis terus-menerus, padahal saya masih di kantor. Saya tidak lagi melihat sekitar saya, tapi yang saya lihat hanyalah kebaikan dan kasih Yesus buat saya. Dialah Tuhan yang selama ini saya cari.
Setelah saya mengalami lawatan Tuhan, hati saya merasakan kelegaan yang luar biasa. Saya tidak merasa benci dengan perlakuan mereka, tapi saya serahkan pada Tuhan. Biarlah Tuhan Yesus yang menilai siapa benar dan siapa salah.Sekalipun tidak ada yang membela saya, tapi saya tahu Yesus ada disamping saya membela perkara saya. Saya keluar dari perusahaan itu dengan hati yang damai, sekalipun saya dicemooh oleh pimpinan saya. Saya tahu Tuhan Yesus melihat semuanya dan menyelidiki setiap hati manusia. Bagi saya , keluar dari perusahaan ini adalah penyelesaian yang terbaik buat saya. Saya masuk dengan baik-baik, saya pun keluar dengan baik-baik, artinya saya menyerahkan segala tanggung jawab saya kepada pengganti saya. Walaupun akhirnya saya masih tidak mendapatkan yang terbaik, yaitu surat keterangan pengalaman kerja yang sah. Saya sabar karena saya telah melihat teladan yang Yesus berikan dalam film tersebut. Terima kasih Tuhan Yesus, Engkaulah yang membuat saya sanggup melalui semuanya ini.

Rencana Tuhan Yesus dalam hidupku
Pada hari minggu, mulailah saya datang kegereja yang dekat dengan rumah saya.
Saya masih kristen gereja keliling, namun hal itu belum berlangsung lama, akhirnya saya jatuh sakit. Saya diajak pulang ke Palembang untuk berobat. Namun di Palembang saya masih setia datang kegereja. Ada kerinduan dalam hati saya untuk mencari dan bertemu Tuhan Yesus di gereja. Di Palembang saya tidak sembuh, akhirnya saya pulang kembali ke Jakarta. Namun kali ini kami telah pindah ke BSD. Jadi sejak pulang ke Palembang, saya tidak sempat lagi menginjakkan kaki di rumah kontrakan kami di Jakarta. Lingkungan yang asri dan damai sangat cocok untuk diri saya yang sedang sakit. Saya percaya Tuhan Yesus sedang bekerja dalam hidup saya dan keluarga saya. Saat saya pindah ke BSD, saya mulai rajin membaca Alkitab, mendengar khotbah di radio Heartline, namun saya tidak dapat pergi kegereja karena saya sakit dan lemah badan. Kegiatan sehari-hari saya saat itu hanyalah baca Alkitab, tidur, mendengar lagu rohani, mendengar khotbah di radio, tidak ada kegiatan yang membutuhkan keseriusan dalam berpikir. Karena saat itu saya tidak dapat diajak berpikir, bahkan saya pun tidak dapat berhitung. Saya hanya bisa menulis dan membaca. Kondisi saya semakin parah, dan akhirnya saya hanya bisa tidur-tiduran, gampang lelah. Sampai suatu ketika saya hampir dalam keadaan tidak sadarkan diri, mama saya menghubungi saudara sepupuku untuk minta didoakan. Malam itu juga datanglah hamba Tuhan kerumah kami untuk mendoakan saya. Hamba-hamba Tuhan tidak mengenal lelah terus datang kerumah saya, siang, sore ataupun malam hari, mereka berkumpul mendoakan saya.
Pernah suatu hari saya, kata mama saya, saya bermanifestasi melawan hamba-hamba Tuhan itu yang sedang mendoakan saya. Yang saya ingat saat itu, hamba Tuhan itu meminta saya mengucapkan sebuah ayat Firman Tuhan. Setelah itu saya akhirnya tertidur pulas sampai pagi hari. Melalui doa mama saya, akhirnya keluargaku menemukan dokter yang tepat buat saya, yaitu psikiater. Melalui keterangan yang disampaikan perihal kondisi saya, maka kata dokter saya mengalami depresi. Keadaan saya mulai terus membaik, akhirnya saya bisa kegereja. Dan saya percaya Tuhan Yesus telah menunjukkan gereja yang tepat untuk saya bertumbuh. Tanggal 17 September 2006 saya memutuskan diri untuk dibaptis. Dan bukan hanya itu saja , tetapi mama saya dan adik saya yang bungsu pun dibaptis bersama-sama dengan saya. Puji Syukur atas kemurahan hati Tuhan Yesus, bukan satu jiwa saja diselamatkan, tetapi seisi keluarga juga diselamatkan. Tanggal 24 September 2006 adik perempuan saya menyusul dibaptis. Tanggal 15 Februari 2009 papa saya juga dibaptis. Satu hal lagi, saudara mama pun bertobat, kembali ke jalan Tuhan. Sampai saat ini perlahan-lahan dengan waktunya Tuhan, keluarga besar mama satu persatu percaya pada Yesus. Sungguh indah waktu dan rencana Tuhan Yesus buat umatNya.

Ketika Yesus lahir dihatiku
Saat ini saya melayani sebagai guru sekolah minggu kelas balita di gereja saya di BSD. Saya percaya ketika Yesus lahir di hati saya , kehidupan saya berubah. Awalnya hati saya diubahkan dulu oleh Tuhan Yesus melalui firmanNya, melalui doa, pujian dan penyembahan yang saya panjatkan, jiwa, roh saya diubahkan oleh Tuhan. Hidup saya sekarang penuh sukacita, damai sejahtera, dan tujuan hidup yang jelas. Ketika Yesus lahir dihati saya, ada kerinduan untuk memenangkan jiwa buat Yesus, karena masih banyak jiwa-jiwa seperti saya dulu yang membutuhkan pertolongan, kelegaan, kelepasan, pemulihan diri, kesembuhan. Dan semuanya itu hanya didapat dalam satu jalan yaitu Yesus Kristus.Yohanes 14: 6 Kata Yesus kepadanya : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. “.
Ketika Yesus lahir dihatiku, hubungan keluarga dipulihkan. Saya diberi kesempatan oleh Tuhan Yesus untuk melihat kasih keluarga saya terhadap diri saya. Dan saya minta maaf atas segala perkataan, sikap yang mungkin pernah melukai hati mereka. Saya dipulihkan oleh Tuhan Yesus. Saya tidak ragu lagi akan identitas diri saya didalam keluarga saya. Semua karena kemurahan hati Tuhan Yesus. Dia tahu apa yang terjadi pada diri saya, dan Dia tahu apa yang sesungguhnya yang saya butuhkan. Dengan adanya perubahan hati, sikap dan perkataan, melalui firman Tuhan, hubungan orangtua dan anak, hubungan saudara-saudara sekandung dipulihkan oleh Tuhan Yesus.

Kesimpulan
Miliki kerendahan hati, dan jadikan Yesus sebagai teladan hidup. Mohon pengampunan atas dosamu, akuilah Dia dalam segala jalanmu, turuti perintah-perintahNya, yaitu kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, segenap kekuatanmu, dan segenap akal budimu. Kasihilah manusia seperti dirimu sendiri. Tuhan Yesus memberkati.

Note : Naskah ini diikutsertakan dalam writing competation CIB fest 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar