Tampilkan postingan dengan label Menulis indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis indah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2011

Masih Ada Tuhan..

1. Latar belakang
Allah adalah kasih. Adam adalah wujud kasih Allah untuk mengasihi. Karena kerinduan Allah maka diciptakanNya manusia. Adam hidup dalam hubungan yang harmonis dengan Allah di taman Eden, yang tidak dibatasi oleh waktu, ruang dan tempat. Adam dikasihi oleh Allah. Ketika Allah melihat kebutuhan Adam untuk mencari seseorang yang serupa dengannya, Allah membuatnya tidur, lalu mengambil tulang rusuk Adam, dan dibangunkannya seorang perempuan. Ketika Adam bangun, bersukacitalah ia. “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.”(Kejadian 2: 23).

Hingga suatu ketika, datanglah iblis mencobai perempuan itu (hawa) agar mau makan buah pengetahuan yang dilarang oleh Allah. Buah pengetahuan itu menarik perhatian hawa, dan ia pun tergiur untuk mencobanya. Dengan iming-iming dapat menjadi seperti Allah, hawa makan dan membagikannya juga kepada adam. Adam jatuh dalam dosa dengan melanggar perintah yang sudah disampaikan Allah untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Hubungan harmonis antara adam dan Allah terputus. Adam tidak lagi kudus dihadapan Allah. Adam adalah manusia yang berdosa. Dan mereka pun diusir dari taman eden.

Kejatuhan manusia pertama dalam dosa berakibat panjang hingga sampai keturunan demi keturunan. Semua manusia yang merupakan keturunan adam merupakan ahli waris dosa adam. Dosa inilah yang menjadi penghalang hubungan kita dengan Allah, seperti hubungan adam dan Allah saat kejatuhan dosa itu.

Bagaimanakah dampak dari dosa itu? Adalah penyakit, penderitaan, kesusahan, putus pengharapan, tidak ada masa depan, kehilangan, kebencian, balas dendam, kematian dan kebinasaan.Masih banyak lagi dampak-dampak dosa yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.Lalu, bagaimanakah kita keluar dari dosa tersebut? Apakah kita ditakdirkan untuk mati dalam kebinasaan yang kekal? Apakah selamanya kita tidak dapat memulihkan hubungan kita dengan Allah, yang adalah pencipta manusia?Apakah kita tidak ambil peduli hubungan antara kita dengan Allah?

2.Kelahiran Yesus
Bila saudara sedang mencari jalan untuk mendekati Allah dengan cara saudara sendiri, maka sia-sialah upaya dan usaha saudara. Tidak ada jalan lain yang bisa memulihkan hubungan kita dengan Allah. Karena Allah adalah kudus, dan kita adalah manusia yang berdosa. Siapakah manusia yang didapati kudus? Tidak ada. Kita telah mewariskan dosa dari nenek moyang kita, yaitu adam. Namun Allah adalah setia. Ia tidak membiarkan manusia hidup dalam derita dan kebinasaan yang kekal. Upah dosa adalah maut. Ia mengasihi kita. Dan pada mulanya Allah menciptakan kita oleh karena kasihNya. Allah tidak meninggalkan kita, tapi Allah telah merancangkan penebusan kita agar kita dapat kembali padaNya.

Pada zaman dahulu, manusia membawa korban sembelihan berupa kambing, domba ataupun burung untuk penebusan dosa. Hal itu dilakukan setiap tahun, berulang-ulang. Tapi Allah punya rencana yang lebih indah buat manusia. Sebuah korban persembahan yang kudus, tidak bercacat, tidak bercela, dan layak dihadapan Allah. Cukup satu kali dilakukan. Tidak ditemui siapapun dimuka bumi ini yang layak dipersembahkan di hadapan Allah. Hanya satu jalan.

Yaitu Yesus. Yesus adalah Anak Allah. Hanya Yesus yang layak dipersembahkan di hadapan Allah sebagai korban penebusan dosa manusia. Allah sudah merancangkannya sejak kejatuhan manusia dalam dosa. Yesus harus lahir ke dunia dengan mengambil rupa seorang hamba. Yesus lahir bukan dari hasil hubungan suami-isteri, bukan dari darah dan daging, tapi dari Roh Kudus. Bila Yesus lahir dari darah dan daging atau dari hubungan manusia, maka Yesus pun mewariskan dosa adam. Dan ia tidak layak dipersembahkan dihadapan Allah.

Yesus dikandung dalam tubuh manusia, yaitu Maria, seorang perawan. Kelahiran Yesus sudah dinubuatkan oleh para nabi sebelumnya. Yesaya 9: 5 “ sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebutkan orang : Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”

Matius 1: 21 “ Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. “

Yesus lahir untuk menebus dosa kita, menyelamatkan kita dari kebinasaan yang kekal. Ia lahir untuk mati diatas kayu salib sebagai korban penghapus dosa manusia.
Selama pelayanan-Nya dibumi, Ia banyak menyembuhkan orang-orang sakit, orang-orang kerasukan dan bahkan membangkitkan orang mati. Sekalipun demikian, Yesus tetap hidup dengan keterbatasan manusia. Yesus hidup selayaknya manusia hidup saat itu. Ia bekerja sebagai anak tukang kayu. Ia tidak menggunakan kuasaNya untuk kemudahan hidup. Maka Yesus juga dapat merasakan keterbatasan dan penderitaan manusia. Demikianlah Yesus, Ia seorang yang sederhana dan rendah hati.

Matius 11: 28-29 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”
Demikianlah ajakan Yesus untuk saudara.

3. Kasih yang Sempurna
Setiap manusia membutuhkan kasih. Tidak ada seorangpun dapat hidup tanpa kasih. Sekalipun ada yang lahir diluar pernikahan atau tanpa dikehendaki oleh orangtua, tetap merupakan buah kasih dari orang tua. Jika dalam sepanjang hidupnya ia tidak merasakan kasih dari orangtua, namun ia hidup dari kasih Allah. Dan itulah yang membuatnya tetap bertahan hidup sampai saat ini. Semuanya karena kasih Allah.

Kasih manusia terbatas. Manusia mengasihi dengan syarat dan ada batasannya. Tapi kasih Allah tidak memandang status, jabatan ataupun kondisi. Matius 5:45 “ Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. “

Jika saudara masih tidak dapat melihat dan merasakan kasih Allah, maka pandanglah Yesus diatas kayu salib. Itulah bukti nyata kasih Allah terhadap saudara. Yesus sudah “dikirimkan” oleh Allah buat saudara, Dia lahir untuk mati buat saudara. Yesaya 53: 5 “ Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Dia datang membawa keselamatan bagi hidup saudara. Bukan itu saja, segala dosa saudara telah dihapus oleh Nya, hidup saudara telah ditebus oleh darah Yesus. Itulah kasihNya buat saudara. Bagi Yesus, buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya. Hidup saudara berarti bagi Yesus. Hanya ada satu kasih yang sempurna , yaitu kasih Yesus.

4. Masih ada Tuhan
Kasih Yesus memulihkan segala sesuatu. Hubungan kita dan Allah telah dipulihkan oleh Yesus, melalui kematianNya diatas kayu salib, sebagai korban penebusan dosa. Kita yang dahulu jauh dari Allah, kembali dapat dekat kepadaNya. Semua karena darah Yesus yang telah tercurah buat kita.

Karena hubungan manusia dengan Allah telah dipulihkan oleh darah Yesus, maka kita layak untuk memanggil Allah sebagai Bapa di Surga. Doa-doa kita didengar dan dijawab oleh Bapa, dan keselamatan kita dijamin oleh Yesus yang adalah Putera-Nya yang tunggal. Tidak ada lagi penghalang bagi kita untuk dekat dengan Bapa di surga.
Yesus sebagai pengantara kita dengan Bapa. Demikianlah hendaknya kita berdoa, Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus.

Setelah kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita, apakah itu akhir dari hidup kita di dunia? Tentu tidak.
Yesus yang telah menjadi Tuhan dan Juru Selamat kita memiliki rancangan hidup yang baru buat kita. Sebuah rancangan hidup yang penuh damai sejahtera dan indah dan memuliakan namaNya.

Masalah boleh datang. Tapi ingatlah, bahwa Yesus selalu menyertai kita dan tidak akan membiarkan kita sendirian menjalaninya. Yesus itu setia. Dia memberikan kita kekuatan dan penghiburan serta pengharapan bahwa kita pasti sanggup melewatinya. Dia akan buka jalan keluar dan kita pasti berkemenangan bersama-Nya.

Apapun kondisi saudara saat ini, dirudung masalah silih berganti, tidak punya pengharapan, kehilangan pasangan hidup, masa depan suram, tidak punya tujuan hidup, sakit, pernikahan hancur, putus asa, dan lainnya, ingatlah masih ada Yesus yang setia dan yang mengasihi saudara, menerima saudara apa adanya.

Ya, Yesus sungguh-sungguh mengasihi saudara! Dia menerima saudara apa adanya! Dia menghargai saudara. Bagi Yesus, saudara adalah orang yang penting. Dia rela mati diatas kayu salib agar saudara beroleh keselamatan dan kehidupan yang kekal, masa depan yang cerah dan pengharapan yang baru. Masih ada Yesus buat saudara!
5. Kesimpulan
Bila saudara mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka ikutilah doa berikut ini :

Bapa kami yang di sorga,
Pada hari ini aku mau membuka hati dan pikiranku untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatku.Aku mengakui bahwa aku adalah manusia yang berdosa dan berharap akan pengampunan dariMu. Masuklah dalam hatiku, Yesus. Jadilah Tuhan dan Juru Selamatku. Aku percaya dosaku telah diampuni dan hidupku telah ditebus oleh darah-Mu diatas kayu salib. Aku percaya Engkau lahir, mati dan bangkit untukku. Terima kasih Yesus atas pengorbananMu. Biarlah Engkau memulihkan hati dan hidupku sesuai dengan kehendakMu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, aku telah berdoa dan mengucap syukur. Amin.


Selamat! Saudara telah menjadi warga Kerajaan Allah dan memperoleh keselamatan dan kehidupan yang kekal. Selamat menempuh kehidupan yang baru bersama Yesus Kristus. Jangan lupa, datanglah ke gereja Tuhan di sekitar lokasi rumah saudara dan mintalah untuk dibaptis. Tuhan Yesus memberkati..

Kamis, 26 November 2009

MERRY CHRISTMAS

Apapun pohon natal anda, penulis ucapkan "Selamat hari natal".
Pesan penulis :
Seperti pohon natal yang menjulang tinggi, demikianlah pengharapan kita didalam Yesus Kristus. Semangat natal adalah sehangat kasih Kristus, dan semarak natal adalah bukti kasih Kristus buat umat manusia. Haleluya...amin







Selasa, 17 November 2009

10 Manajemen Diri Seorang Pemimpin



Pendahuluan
Setiap orang ingin menjadi seorang pemimpin. Seperti layaknya sebuah perusahaan, pribadi adalah salah satu bentuk yang perlu diarahkan dalam suatu teori manajemen. Orang-orang yang telah berhasil tidak luput dari cara mereka membentuk diri melalui sebuah masalah, yang ada dalam perjalanan hidupnya. Selain tidak gampang menyerah, mereka bertekun, berdoa dan berani menghadapi persoalan hidup.Kegagalan-kegagalan yang membuat mereka menitikkan airmata, namun terus berjuang mencapai apa yang mereka impikan. Tidaklah penting berapa kali anda gagal, namun berapa kali anda bangkit dari kegagalan itu. Itulah yeng menentukan kesuksesan mereka. Dan semua itu disebut manajeman diri. Dibawah ini ada beberapa hal mengenai manajeman seorang pemimpin. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang pemimpin.

1. Orientasi pada tujuan yang mulia.
Sebuah pekerjaan atau pelayanan yang menghampiri kita, janganlah kita lewatkan, tetapi ambillah kesempatan itu dan tentukan tujuan apa yang hendak anad capai. Tetapkan orientasi tujuan, yang kiranya mulia dihadapan Tuhan. Belajarlah menjadi orang yang memiliki orientasi tujuan, sehingga itu menjadi tolak ukur anda ketika anda mengerjakannya. Ia seperti sebuah nada lagu yang sumbang ketika anda telah menyimpang darinya. Dalam hal ini prioritaskan Tuhan dalam hidup anda. Artinya anda tidak fokus pada kepentingan sendiri, keinginan dan keegoisan anda, tapi meletakkannya dalam porsi Tuhan. Anda akan tahu apa yang Tuhan inginkan dari anda atas pekerjaan atau pelayanan itu. Akan ada waktunya untuk anda pahami. Tujuan yang mulia biasanya mencakup kebutuhan orang banyak, dan menggeserkan keegoan kita. Hal ini bersifat obyektif, dan bukan subjektif (aku). Gantikan “aku” menjadi “mereka”.

2. Berani mencoba hal-hal yang baru. Seseorang yang ingin menjadi seorang pemimpin harus berani mencoba hal-hal yang baru dan baik. Ia berani berimprovisasi dan tidak kaku pada suatu sistem yang salah. Ia memperbaharui sistem itu sehingga berkembang menurut jamannya, agar ia tidak mati oleh karena sang waktu. Seorang pemimpin harus mengambil langkah yang tepat, apakah perubahan itu diperlukan dengan mempertimbangkan kebaikan dan keburukan atas hal-hal yang baru tersebut. Apakah perubahan itu membuatnya merasa lebih baik, karena terkadang perubahan itu akan mengubah sikapnya 180 derajat. Perubahan biasanya membuat orang disekitar kita tidak merasa nyaman atau bahkan ragu-ragu terhadap diri kita( baca: kepemimpinan). Setiap keputusan pasti ada konsekuensinya. Jalani dengan penuh keyakinan diri, ketika anda melakukannya, orang-orang akan memperhatikan diri anda, melihat sikap anda dan terus memonitor anda. Namun lambat laun, ketika segala sesuatu terbukti baik, maka orang-orang akan menjadi yakin dengan diri anda. Ketika anda berhasil menyakinkan mereka, maka mereka akan menjadi pengikut anda, dalam arti kata,anda akan menjadi teladan buat mereka. Yakinkanlah mereka dengan perbuatanmu, dan bukan dengan kalimat kata-kata.Antara perbuatan dan perkataan hendaknya searah.

3. Libatkanlah Tuhan dalam pekerjaan/pelayanan
Point ini sangat penting dilakukan. Karena Tuhan adalah sang sutradara dalam kehidupan kita. Libatkanlah Dia dalam segala tindakan dan keputusan anada. Anda tidak akan berhenti pada satu titik yang salah. Dia tahu apa yang terbaik buat anda. Berdoalah sebelum anda mengambil keputusan, dengan demikian anda telah mengizinkannya untuk capur tangan. Keputusan-keputusan yang sederhana akan menentukan keputusan-keputusan yang besar. Ada kalanya keputusan yang sederhana itu bersumber dari Tuhan. Dia tidak ingin anda terkekang dalam masalah yang rumit dan tidak terselesaikan. Anda butuh bantuanNya. Meskipun pekerjaan akan memberikan warna yang baru dalam hidup anda. Anda akan menikmati pekerjaan dan pelayanan itu, namun bukan berarti anda bebas dari masalah. Paling tidak , pekerjaan anda memberikan kontribusi pada pribadi anda,misalnya pembentukan karakter, kedewasaan, pembelajaran diri dan perkembangan diri.

4. Memiliki hati yang melayani
Entah kita sadari atau tidak, hidup kita adalah melayani dan dilayani. Memiliki hati melayani adalah ciri seorang pemimpin. Mengapa? Karena ia telah memberikan teladan bagi orang lain. Hati melayani adalah hati seorang hamba. Seorang hamba memberikan pelayanan bagi tuannya tanpa menuntut suatu pujian atau hormat. Melayani bukanlah untuk mendapatkan kehormatan, tapi sebaliknya melayani agar kebutuhan orang lain terpenuhi atau dipuaskan. Seorang hamba tidak memiliki wewenang apapun pada tuannya, kecuali upah yang diberikan sesuai pekerjaannya. Upah inilah yang menjadi titik awal dari apa yang ia kerjakan. Seorang pemimpin tidak harus memiliki jabatan direktur, komisaris, manajer, kepala supervisor, gembala, dan yang lainnya. Siapapun yang memiliki hati melayani adalah seorang pemimpin. Dan upah yang ia dapat adalah banyaknya orang yang akhirnya mengikuti ia dengan menjadi teladan lagi buat orang lain. Ia telah menjadi teladan buat sekitarnya, dan orang-orang yang meneladaninya pun menjadi teladan buat hidup orang-orang lain, dan seterusnya.Yang menjadi teladan bagi mereka adalah kehidupan yang ia pancarkan melalui sikap dan perbuatanya, keputusan dan perkataannya, dan sebagainya. Itulah seorang pemimpin. Yesus sudah mejadi teladan buat diri kita, dan selanjutnya bagian kita mempresentasikan teladanNya.

5. Mengembangkan talenta
Seorang pemimpin tidak merasa cepat puas atas apa yang ia miliki saat ini. Dan ini bukan berbicara mengenai jabatan dan harta benda, tapi talenta.Seorang pemimpin akan terus mengembangkan dirinya melalui talenta-talenta yang ia miliki saat ini, sampai akhirnya ia menciptakan sesuatu yang baru dalam hidupnya. Ia berkarya dan terus mencipta hal-hal yang positif dalam dirinya. Talenta yang ia miliki dipergunakan untuk kebutuhan orang banyak, dan memperkaya diri dengan berbagai macam pengetahuan akan talenta itu. Ketika orang lain berkata “ cukup, pemimpin berkata “tidak”. Hidupnya terus bergelora ketika apa yang ia persembahkan buat kehidupan orang lain menjadi berkat bagi orang tersebut, maka ia terus akan mendaki puncak-puncak gunung berikutnya. Selalu ada puncak-puncak gunung yang lebih tinggi yang akan ia raih. Memang ia akan berhenti sejenak, namun kemudian ia akan bersiap menerima hal-hal yang baru dan segera mengambil langkah yang terbaik untuk setiap kesempatan yang ada.

6 . Selesaikan tugas dengan terbaik dan bijaksana
Setiap orang mengemban sebuah tugas, namun sedikit orang mampu menyelesaikannya dengan baik. Banyak yang berhenti ditengah jalan, malah ada yang tidak dapat mengerjakannya sama sekali. Entah memang tidak mampu atau tidak mau. Mereka hidup dalam ketidakpedulian atas diri sendiri, maka bagaimana mungkin mereka dapat menyelesaikannya dengan baik. Bentuk kepedulian kita yang mendorong kita mampu menyelesaikan tugas tersebut. Setiap orang mulai pada titik yang sama, tapi menyelesaikannya pada titik yang berbeda. Hal ini terjadi karena perbedaan motivasi, daya pikir, dan keinginan yang berbeda. Seseorang yang mampu menyelesaikannya dengan baik adalah seorang pemimpin yang bijaksana. Karena ia tahu bagaimana memulainya dan bagaimana mengakhirinya. Tidak semua orang setuju dan gembira bersama atas keberhasilan kita, namun percayalah bahwa setiap orang menikmati hasil pekerjaan kita yang terbaik.Dan itulah yang mulia.

7. Lakukan kehendak Tuhan

Ini biasanya yang sulit dikerjakan, karena kita tidak tahu apa yang menjadi standar-standar Tuhan, tapi bersyukurlah karena kita memmpunyai firman Tuhan , sehingga kita menjadi tahu apa yang berkenan dihadapanNya. Saat anda hendak mengambil sebuah keputusan, berdoalah dahulu, agar anda mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupmu. Kehendak Tuhan bukan hanya semata-mata menyenangkan orang banyak, tetapi kehendak Tuhan adalah terbaik buat semua orang. Yang baik buat kita, belum tentu kehendak Tuhan, tapi kehendak Tuhan adalah yang terbaik buat kita.

8. Muliakanlah Tuhan , bukan diri sendiriMuliakanlah Tuhan melalui hidupmu. Kita hidup didunia ini bukan diperuntukkan diri kita sendiri, tapi buat Tuhan dan orang lain. Manusia adalah makhluk sosial, oleh karena itu ia tidak dapat hidup dalam kesendirian sepanjang usianya. Manusia mebutuhkan pertolongan, dukungan, dorongan dari manusia lain. Saling membutuhkan, saling memenuhi, saling mencukupi, demukianlah manusia hidup. Manusia membutuhkan pengakuan, penghargaan, dari orang lain.Manusia adalah mahkluk yang sempurna , tapi pribadi manusia tidak sempurna, karena yang sempurna adalah milik Tuhan. Tuhanlah yang dapat mmbuat kita menjadi sempurna. Oleh karena itu kemuliaan milik Tuhan, bukan manusia. Walau dengan segala upaya dan daya, manusia ingin sempurna, tapi tetap tidak dapat, karena pasti ada celah-celah kecil yang buruk dalam diri kita, yang tidak bisa kita tutupi. Hanya Tuhan yang sempurna, dan Dialah yang layak menerima kemuliaan itu, bukan diri kita. Tidak baik manusia mempermuliakan dirinya, sebab itu dapat mendatangkan bencana bagi hidupnya, yaitu kesombongan dan keangkuhan diri, yang akhirnya membuat dia jatuh dalam dosa yang besar. Seorang pemimpin tidak akan merasa malu menyadari bahwa ia tidak sempurna, tetapi karena dia mengerti bahwa dia hanyalah ciptaan Yang Maha Kuasa.Dan itu tidak membuat dia menjadi lemah, tapi justru dia menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.

9 Miliki Team atau partner.
Sebuah batang lidi akan mudah dipatahkan, Seikat batang lidi akan sulit dipatahkan Demikian juga manusia, bersama tim kita lebih kuat, dari pada seorang diri. Team yang dapat memberi dukungan, dorongan, motivasi buat kita. Seorang pemimpin yang berhasil, pastilah ada sejumlah orang yang menjadi teamnya untuk meraih keberhasilan itu. Team dapat dibentuk ketika adanya persamaan kepentingan atau hasrat, misalnya team keluarga, team kantor, team department,team komsel, team anak, team hobi, da lainnya. Untuk membentuk team, perlu kerendahan hati dan kejujuran pada setiap anggota team. Hal inilah yang membuat team tersebut tetap bertahan oleh sang waktu karena timbulnya rasa persaudaraan dan rasa saling percaya.

10. Memegang teguh integritas
Dalam kamus bahasa Indonesia, integritas artinya kejujuran; mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki kemampuan yang memancarkan kewibawaan. Membangun suatu integritas diperlukan ketekunan dan kekuatan untuk menolak hal-hal yang dapat meruntuhkan integritas kita. Anda butuh membangun integritas dalam waktu yang lama, bukan jangka pendek, namun anda bisa menghancurkannya dalam sekejap. Orang lain dapat mengenal anda sebagai pemimpin melalui integritas diri anda, yang anda pancarkan melalui kehidupan anda. Ketika anda membangun sebuah integritas, kemungkinan orang-orang menolak anda, tapi ketika anda berhasil membangun integritas itu orang-orang akan menghormati anda. Bangunlah integritas yang benar sesuai firman Tuhan. Orang-orang memandang lingkungan anda dan menilai diri anda dimana anda berada. Itulah integritas.

Penutup
Ke sepuluh manajeman diri seorang pemimpin ini tidak bersifat baku /mutlak, namun sebagai seorang pemimpin bersikaplah terbuka pada hal-hal yang baru, dan tetap saringlah hal yang terbaik. Renungkanlah apa yang tertulis diatas, semoga dapat memberkati banyak orang.

Minggu, 26 Juli 2009

Refresing Iman



* **Abraham mendirikan Mezbah

Apakah Mezbah itu?
Mezbah artinya selalu ada korban.
Dalam Alkitab dicatat bahwa Abraham mendirikan mezbah 4 kali dengan pengertian sebagai berikut :

I. Sikhem,
artinya menyerahkan masalah kepada Tuhan dengan tidak ragu.
Kalo kita ragu, berarti kita tidak percaya kepada Tuhan.
II. Betel ,
artinya rumah Allah. Diri kita sendiri adalah bait Allah yang hidup. Maka jadikanlah diri kita rumah Allah agar Roh Kudus betah.
III. Hebron,
artinya damai sejahtera. Abraham mendahulukan Lot, keponakannya untuk memilih dahulu. Mendahulukan orang lain berarti kita memperoleh damai sejahtera.
IV. Moria,
artinya memberikan terbaik, termahal dan berharga kepada Tuhan.

Urutan atau prioritas hidup kita sebagai umat Allah adalah :
1. Allah
2. Keluarga
3. Pekerjaan
4. Pelayanan

***Jangan Kuatir (matius 6)
Kekuatiran adalah ketidakpercayaan kita terhadap Tuhan.
Kuatir X Iman. Iman = positif, kuatir =negative

Hal-hal yang mengubah keadaan kita adalah :
- Iman
- Doa
- Rencana yang diserahkan kepada Tuhan

Doa adalah wajib hukumnya, sesuai dengan Firman Tuhan.
Tuhan berdaulat atas hidup kita, tetapi kita wajib mengatur hidup kita sesuai talenta kita.

Lukas 14: 28-30 : Sebab siapakah diantara kamu yang kalau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata : Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.

Menara, artinya mengatur, atau sebuah manajemen

Lukas 14: 31:32 : Atau, raja manakah yang kalau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat pendamaian.

Raja yang mengatur, artinya strategi.

Cara menyelesaikan masalah kita adalah pertama, kita harus bertobat dahulu, lalu kedua, bereskan masalah itu.