Tampilkan postingan dengan label berbagi kasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi kasih. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2011

Hari Pentakosta (10 hari setelah kenaikan Yesus Kristus ke surga)


Menjelang Hari Pentakosta, mari kita ambil bagian berpuasa bersama. Luangkan waktu untuk berdoa malam.

Note :
Berpuasa dari pagi hingga sore. buka puasa jam 5 sore.
Atau berpuasa sebagian, makan pagi, tidak makan siang hingga sore. buka puasa jam 5 sore.
Atau Berpuasa Daniel, boleh makan, tapi hanya sayur-sayuran.
Selama berpuasa, boleh minum air putih atau makan permen.

Rabu, 20 April 2011

Pacaran Sehat Ala Alkitab

Tuhan menginginkan yang terbaik untuk kita dalam setiap aspek kehidupan. Termasuk diantaranya hubungan kita dengan kekasih/pacar. Kita berkencan untuk mendapatkan kesenangan, persahabatan, pengembangan kepribadian dan memilih kawan, bukan untuk popularitas atau untuk merasa aman. Jangan biarkan lingkungan pergaulan memaksa kamu memasuki situasi kencan yang kurang pantas. Ketahuilah bahwa lebih dari 50% remaja putri dan lebih dari 40% remaja putra tidak pernah berkencan pada masa-masa SMA.

Alkitab memberikan kita beberapa pegangan yang jelas untuk membimbing kita dalam membuat keputusan mengenai soal kencan/pacaran. Jagalah hatimu. Alkitab mengatakan kepada kita untuk berhati-hati dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang kita, karena hati kita mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)

Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul. Kita juga cenderung menjadi seperti teman-teman sepergaulan kita. Prinsip ini berhubungan erat dengan yang hal yang pertama dan sama pentingnya dalam pergaulan seperti dalam hubungan kencan/pacaran. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33) Orang Kristen hanya boleh berkencan/berpacaran dengan sesama Kristen. Biarpun berteman dengan teman non-kristen tidak dilarang, mereka yang khususnya dekat di hati haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan pengikut Kristus yang taat dalam hidupnya. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? ” (2 Korintus 6:14).

Apakah itu cinta yang sesungguhnya? 1 Korintus 13:4-7 mendeskripsikan cinta yang sesungguhnya. Tanyalah hatimu pertanyaan-pertanyaan berikut:
• -Apakah kalian sabar satu sama lain? Apakan kalian baik terhadap satu sama lain? Apakah kalian saling cemburuan?
• Apakah kalian suka menyombongkan baik diri sendiri maupun sang pasangan? Apakah ada kerendah-hatian dalam hubungan kalian? Apa kalian kasar memperlakukan satu sama lain?
• Apa kalian saling mementingkan diri sendiri? Apa kalian mudah marah terhadap satu sama lain? Apa kalian suka mengingat-ingat kesalahan sang pasangan di masa lalu?
• Jujurkah kalian satu sama lain? Apakah kalian saling melindungi? Apakah kalian saling mempercayai?

Kalau jawabanmu “Ya” untuk semua pertanyaan diatas, artinya 1 Korintus 13 seperti Firman Tuhan berkata, kalian sungguh saling mengasihi satu sama lain.

Kalau ada jawabanmu yang “Tidak” atas pertanyaan-pertanyaan di atas, artinya mungkin kalian harus Seberapa jauhkah terlalu jauh? Banyak pelajar-pelajar menanyakan, “Seberapa jauh yang kita boleh lakukan dalam berpacaran/berkencan?”

Beberapa prinsip yang akan menolongmu untuk memutuskan apa yang pantas dan yang tidak dalam berpacaran/berkencan: Apakah situasi yang kuciptakan mengundang dosa seksual atau menghindarinya?

1 Korintus 6:18 berkata “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! ” Kita tidak dapat melakukan ini apabila kita mencobai diri kita sendiri karena kecerobohan kita. Bagaimanakah reputasi sang kekasih/pacar? Ketika menerima undangan kencan pada dasarnya seperti berkata, “Aku memiliki kesamaan pandangan dengan engkau.” Hal inilah yang dapat membuat kamu menyesal nantinya.

Ingatlah 1 Korintus 15:33, “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.” Apakah ada pengaruh obat-obatan atau alkohol? Jangan mengubah pandanganmu hanya untuk pacarmu. Apa aku tertarik dengan tipe orang yg salah? Yakinkan bahwa pesan yang kamu sampaikan dengan perbuatanmu tidak membuat orang lain mengubah pandanganmu.

Sadarkah aku kalau dosa itu terbit dari hati? Matius 5:28 berkata, “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia dalam hatinya” Apakah tempat berkencanmu tepat dan pantas? Tujuan yang baik kadang terlupakan oleh godaan dan kesempatan yang terlalu besar. Apakah aku melakukan sesuatu yang merangsang secara seksual? Jangan melakukan kontak yang merangsang seksual.

Tuhan itu pengampun. 1 Yohanes 1:9 berkata bahwa Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Kamu dapat mulai sesuatu yang baru dengan Tuhan kapanpun. Tuhan itu kudus. FirmanNya berkata bahwa dosa sex itu salah, dan Dia tahu segala yang terbaik. Tuhan itu penuh kasih. Tuhan tahu bahwa hubungan yang terlalu jauh sebelum pernikahan cenderung memisahkan sebuah pasangan dan mengakibatkan pernikahan yang kurang bahagia. Ia tahu bahwa banyak pria tidak mau menikahi wanita yang pernah berhubungan terlalu intim dengan pria lain.

sumber : http://blogkornel.wordpress.com/

Minggu, 17 April 2011

Jangan Ragukan Kasih Allah

Tidak seperti di malam-malam sebelumnya, Andre menghampiri ayahnya yang sedang menyelesaikan pekerjaan kantor untuk keesokan harinya. Dengan langkah gontai, bocah berusia 7 tahun itu berjalan menuju tempat dimana sang ayah berada.

Sesampainya di ruangan, Andre lalu menangis tersedu-sedu di samping kursi sang ayah. Kaget mendengar tangisan anaknya, sang ayah pun mengangkat badan buah hatinya tersebut dan menaruhkannya di paha kanannya. Dengan nada bicara yang penuh kelembutan, ayahnya menanyakan kondisi Andre.

“Nak, kamu kenapa nangis?,” ujar sang ayah.

Sambil terisak-isak, Andre menjawab pertanyaan ayahnya, “Andre menangis karena ayah gak sayang Andre”.

Mendengar jawaban sang anak, Ayahnya pun kembali melontarkan pertanyaan, “Mengapa kamu bisa bicara seperti itu?”

Andre yang masih menangis berkata, “Hanya perasaan aku saja”

Sang ayah pun tersenyum dan mulai memeluk erat anaknya tersebut, “Andre, andre. Ayah tuh sayang banget sama kamu”

“Apakah selama ini, ayah berlaku jahat sama kamu? Kalau ayah pernah memukul kamu, itu pun kalau kamu berbuat nakal. Ayah melakukan itu bukanlah karena ayah membenci kamu tapi karena ayah ingin kamu sadar dengan perbuatan kamu tersebut”

“Kamu buang-buang jauh perasaan kamu itu. Ingat ya Andre, ayah tuh sangat sayangggg sama kamu,” ujar ayah sambil memeluk erat anaknya itu.

Perlahan tapi pasti, volume tangisan Andre semakin berkurang. Tak menunggu waktu lama, wajahnya kembali sumringah. Andre pun menghadiahkan ciuman ke pipi ayahnya sebagai bentuk tanda ia juga mengasihi ayahnya. Malam itu pun dilalui Andre dan sang ayah dengan tidur bersama di ruang kamar tidur buah hatinya.

Tanpa kita sadari, kita suka melakukan kepada Allah, perbuatan yang seperti apa di oleh Andre kepada ayahnya. Kita menangis dan meragukan kasih setia-Nya ketika keinginan doa-doa kita tidak terkabulkan. Padahal, DIA sudah berulang-ulang kali menunjukkan rasa cinta-Nya kepada kita.

Kematian Tuhan Yesus di kayu salib ribuan tahun yang lalu adalah bukti paling terbesar bagaimana ia begitu menyayangi kita. Jika begini, haruskah kita meragukan kasih-Nya dalam hidup kita?
Sumber : jawaban.com

Kamis, 24 Februari 2011

Selamat karena Menolong orang lain

Ada cerita mengenai seorang pejalan kaki yang mengadakan perjalanan dimalam bersalju yang tebal dan dingin dibawah nol derajat di New England. Ia sudah begitu lelah dan tahu kakinya sudah beku. Dan ia merasa tidak dapat bergerak lebih jauh lagi. Hatinya mulai tergoda untuk menyerah dan ingin berbaring di atas salju. Tapi ia sadar itu berarti kematian. Sementara ia terus berjuang dan berjalan di atas salju, kakinya terantuk pada sebuah gundukan. Dan ternyata gundukan itu adalah tubuh seseorang. Ia membalikkan tubuh orang itu dan melihat bahwa orang itu masih hidup. Hatinya bergumul antara ditinggal atau ditolong. Ia merasa tenaganya sendiri saja seperti tinggal menunggu ajal. Ia merasa tidak mungkin menolongnya. Karena ia sendiri sedang berjuang untuk hidup.

Tapi tiba-tiba rasa belas kasihan mulai berkobar dalam dirinya. Dan ia merasakan ada sesuatu yang bergejolak yang memberi semangat baru untuk hidup bagi dirinya dan bagi orang yang ditolongnya. Ia mulai berbicara padanya dan mencoba untuk menggosok kaki tangan orang itu. Ia angkat orang itu dengan sisa tenaganya. Mulai berjalan berjuang menempuh jalan bersalju sambil membopong orang itu. Tidak lama kemudian ia menjadi berkeringat ia merasakan aliran darahnya mulai mengalir kembali pada anggota tubuhnya. Di kejauhan ia melihat cahaya dan ia maju terus mendekati cahaya itu. Dan akhirnya jatuh rebah tepat di depan pintu rumah orang itu.

Rumah itu adalah milik seorang petani bersama istrinya dan mereka menyeret dua tubuh laki-laki setengah kaku itu. Membawanya ke tempat perapian dan menghangatkannya. Memberikan makanan dan minuman hangat dan tempat tidur. Orang yang ditolong mengucapkan terima kasih kepada penolongnya karena telah menyelamatkan jiwanya. Pejalan kaki dari New England ini berkata,”Saya pun senang bertemu dengan anda. Oleh karena telah menolong hidup anda sebenarnya saya juga menyelamatkan hidup saya sendiri. Karena tadinya saya juga sebenarnya mau menyerah.”

Setiap usaha dan tugas yang dibuat untuk orang lain sebenarnya justru juga untuk mendatangkan keuntungan bagi diri kita sendiri. Kalau kita melukai orang lain maka sebenarnya kita juga melukai diri kita sendiri. Setiap kita memberkati orang lain, maka kita juga memberkati diri kita sendiri. Setiap kata simpati yang diucapkan pada orang yang berduka, sering juga melepaskan simpati pada diri kita sendiri.

Sebuah artikel mengatakan bahwa kesukaan berbuat baik pada orang lain memberi cahaya pada perasaan-perasaan yang memancar melalui syaraf, mempercepat sirkulasi darah dan mendukung mental bahkan kesehatan tubuh. Maka dari itu marilah kita belajar berhikmat dan bijaksana dengan melihat kebutuhan-kebutuhan orang lain. Karena kita akan dibuat antusias dan bergairah dalam hidup.

Sumber : Inspirasi Kehidupan

Minggu, 02 Januari 2011

Empat Kunci memperolah Damai Sejahtera



Setiap orang dapat menjadi kaya, dapat berbuat baik, tapi sedikit orang merasakan damai sejahtera. Damai sejahtera tidak bisa diperjualbelikan. Kita bisa menutupi diri dengan berpura-pura sukacita, dan itu terlihat dari sikap dan raut wajah, tapi dalamnya hati siapa tahu. Semua orang mencari rasa damai dengan diri sendiri dan lingkungan, tetapi tidak ditemukan rahasianya. Orang-orang berkata bahwa jika ia kaya, maka hidupnya akan damai, tidak perlu kuatir makan, minum dan tempat tinggal. Tapi itu hanya bersifat sementara, karena damai yang sejati tidak bergantung pada hal-hal yang lahiriah. Ada 4 kunci memperoleh damai sejahtera yaitu :

  1. Sabarlah seorang terhadap yang lain

Ketika orang lain tidak percaya dengan apa yang kau kerjakan, bersikap sabarlah terhadap orang tersebut, waktu yang akan membuktikan dan menjawabnya. Anda tidak perlu berusaha memberi bukti pada mereka yang menyangsikanmu, tapi bersabarlah.

Ketika anda membuat keputusan yang salah, dan orang-orang mulai menyalahkan anda, anda tidak perlu memberi penjelasan yang panjang lebar untuk membenarkan diri anda, atau anda justru membenarkan apa yang mereka katakan, tapi bersikap sabarlah, maka hal itu akan membuat anda semakin dewasa, anda mendapatkan satu pembelajaran dari keputusan yang salah itu.

  1. Ampunilah seorang terhadap yang lain

Hidup dalam pengampunan Yesus Kristus adalah sebuah anugerah. Hidup dalam pengampunan terhadap sesama adalah pilihan. Setujukah anda akan hal ini? Ya, anda memiliki pilihan untuk mengampuni orang tersebut atau tidak. Saat anda memilih untuk mengampuni , hati anda akan merasakan damai. Namun jika anda tidak mengampuni, anda hidup dalam sutau kebencian dan dendam. Dan itu akan terus mengikat anda, mungkin anda tidak menyadari tapi “racun “itu terus merasuki hati dan pikiran anda. Anda tidak bisa tidur nyenyak karena anda merasa terintimidasi oleh pernyataan anda yang tidak mengampuni itu. Dan hilanglah damai sejahtera itu. Pilihan ada ditangan anda, dan pilihlah yang terbaik untuk hidup anda.

  1. Kasih sebagai mempersatukan dan menyempurnakan

Kasih yang sejati hanya ditemukan dalam Yesus Kristus. Ketika kita menerima kasih Yesus, limpahkanlah kasih itu pada orang lain, termasuk musuh anda. Kasih memang membuka setiap kesempatan untuk memulihkan diri. Kasih tidak hanya perlu diimani tapi dipresentasikan dalam sikap dan perbuatan kita. Biarkanlah orang lain merasakan kasih anda , karena kasih dapat mempersatukan hal-hal yang bertenatangan seperti beda pendapat, beda pandangan, dan lainnya. Kasih tidak menuntut persamaan derajat, persamaan kondisi, persamaan status dan tidak memandang waktu. Bagaimana dengan musuh anda? Musuh adalah bentuk kasih yang tertunda, artinya kita masih menutup diri kita dari kasih, dan membiarkan tembok pemisah itu menjulang tinggi sehingga kita tidak mempu lagi melihat kebutuhan kasih itu bagi musuh kita, atau sebaliknya. Namun ketika kita memberikan kasih itu , maka tembok itu akan runtuh perlahan-lahan. Setiap orang butuh kasih, termasuk musuh kita. Jadi daripada berlama-lama untuk membenci, lebih baik kita mulai memberi kasih pada musuh kita sehingga terciptanya damai dihati. Miliki sikap rendah hati satu sama lain untuk berbuat kasih. Mulailah lebih dahulu dari diri anda, karena Yesus sudah memberikan kasih itu pada anda. Kasih adalah anugerah, maka berbuatlah demikian juga halnya.

  1. Bersyukur

Yap, bersyukur adalah salah satu kunci damai sejahtera. Banyak orang tidak bisa mensyukuri hidup mereka. Mereka mencari dan terus mencari yang belum ada pada mereka, seperti harta benda. Mereka lupa mengucap syukur dan mungkin memandang ringan ucapan syukur itu. Mengucap syukur berarti kita berterima kasih pada Tuhan. Dan Tuhan tidak pernah merancangkan hal yang jahat , justru Tuhan memberikan rancangan yang damai sejahtera. Jadi tidak ada hal yang menghalangi kita untuk mengucap syukur pada Dia. Mengucap syukur berarti kita puas dengan keadaan diri kita, tahu keterbatasan kita, dan menyadari campur tangan Tuhan dalam hidup kita. Bersyukur adalah sikap yang positif yang kita pancarkan dalam diri kita. Anda ingin hidup dalam damai sejahtera? Ucapakanlah syukur atas hidup anda sekarang ini.

Jadi kunci damai sejatera bukanlah hal-hal yang lahiriah tapi mengenai sikap dan perbuatan kita. Damai sejahtera bukanlah perasaan yang mengambang, tapi kesadaran diri penuh akan keadaan hati kita dan jiwa kita. Sabar seorang terhadap yang lain, ampuni seorang terhadap yang lain, kasih yang mempersatukan, dan ucapan syukur, inilah yang menjadi acuan kita memperolah damai sejahtera itu. Tuhan Yesus memberkati.

Rabu, 14 Oktober 2009

Seorang Pemulung Menyumbang Pakaian Layak Pakai Bagi Korban Gempa



Jika firman Tuhan menceritakan bagaimana seorang janda miskin memberi dalam kekurangannya, itu juga yang dilakukan oleh Misrini (58 th), seorang pemulung di kota Tanjungpinang, kepulauan Riau. Ia menyumbangkan pakaian layak pakai bagi korban gempa di Sumatra Barat. Perbuatannya ini kontan menarik perhatian wartawan dan petugas posko Kelompok Jurnalis Pencinta Sastra di Tanjungpinang.

Dengan sedikit ragu-ragu, Misrini mendekati para petugas yang sedang menjaga posko dan bertanya, "Bolehkah saya ikut menyumbang? Dulu baju dan celana ini dipakai anak saya. Sekarang dia sudah besar, tapi pakaiannya masih bagus." Niat baik Misrini langsung mendapat sambutan hangat dari para petugas yang kagum kepada ibu beranak satu ini. "Saya tidak punya uang yang cukup untuk disumbangkan, hanya ini yang dapat saya berikan," ujarnya menambahkan.

Misrini adalah satu-satunya pemulung yang memberikan sumbangan untuk korban gempa di Sumatra Barat. Sudah 40 tahun ia menjalani profesi sebagai pemulung di kota Tanjungpinang. Dalam sehari penghasilannya hanya sebesar Rp20.000 untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Misrini menyimpan pakaian layak pakai yang hendak disumbangkannya di dalam kantong plastik merah. Ia juga membawa satu tas pakaian layak pakai yang dititipkan oleh para tetangganya untuk ikut disumbangkan bagi para korban gempa.

Kulitnya bisa saja hitam legam terbakar matahari, tapi hati yang dimilikinya seputih kapas, tulus dan penuh belas kasihan. Ia memberi bukan dalam kelebihan tapi dalam kekurangan dan lahir dari hati yang dipenuhi oleh belas kasihan. Dunia ini butuh Misrini-Misrini lain yang akan membawa perubahan agar dunia ini menjadi lebih baik.

sumber : jawaban .com

Sabtu, 29 Agustus 2009

Berikan Orang tuamu Cinta


“Cinta orang tua sepanjang masa, cinta anak sepanjang galah.”

Ada sepasang suami istri lansia hidup di pedesaan di daerah terpencil. Sang suami adalah seorang profesor dan mantan dosen yang sudah pensiun 10 tahun lalu. Sejak 10 tahun pula pasangan tersebut hidup di desa, menjalankan aktifitas berkebun, membaca, jalan-jalan, dan seterusnya selalu bersama-sama.

Suatu hari, sang istri tiba-tiba meninggal dunia saat istirahat. Kenyataan tersebut sangat memukul sang suami. Ia tak pernah menduga akan kehilangan satu-satunya teman hidup yang mencintai dan setia menemani di usia senjanya.

Dua minggu berlalu, tetapi sang suami mulai bertingkah aneh. Ia membagi-bagikan bunga kepada para tetangga dan mengembalikan semua buku yang pernah ia pinjam. Ia bahkan menemui seorang notaris dan menitipkan surat wasiatnya.

Malam itu, di hadapannya sudah tersedia sebotol racun yang akan segera ia tenggak agar dapat menyusul cintanya yang sudah pergi mendahului. Belum sempat ia meraih botol racun tersebut, tiba-tiba telponnya berdering.

Dengan terpaksa ia bangun dari tempat duduk dan meraih gagang telpon. Di seberang telpon ia mendengar suara yang sangat ia kenal. “Ayah, saya sekarang ada di bandara. Saya ingin pulang ke rumah dan mendampingi ayah,” ujar putri satu-satunya.

Ayah tersebut sangat bahagia mendengar kabar itu. Serta merta ia mengurungkan niat minum racun.. Suatu ketika ia bercerita kepada salah seorang temannya, “Sesuatu yang paling berkesan bukanlah ilmu pengetahuan, dokter jiwa, atau kekayaan, melainkan perasaan dicintai.”

Suatu ketika nanti akan tiba saat kehadiran kita sangat dibutuhkan oleh orang tua, nenek dan kakek, atau siapapun yang telah merawat dan membesarkan kita. Bila saat tersebut tiba, mungkin mereka tak pernah mengaku atau berterus terang bahwa mereka sangat membutuhkan kehadiran kita.

Ketika kita masih bayi ,kita sangat membutuhkan kasih sayang dan perlindungan mereka. Sekarang mereka membutuhkan kita untuk dapat bertahan hidup; mandi, makan, berpakaian dengan layak, dan lain sebagainya. Mungkin kita tak pernah ingat semua kebaikan mereka, tetapi kita tahu bahwa mereka telah mencurahkan kasih sayang dan perhatian terbaik untuk kita.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang yang telah berjasa itu akan memasuki usia senja. Lalu apakah kita sudah mempersiapkan segala hal untuk membahagiakan dan memberikan rasa nyaman kepada mereka?

Tentu saja kita akan memerlukan sejumlah dana, kesabaran dan sikap baik kepada mereka. Mungkin akan terasa berat memberikan perhatian lagi kepada mereka, tetapi cobalah menyimak beberapa hal berikut ini agar kita selalu dapat mengingat perhatian dan kasih sayang mereka yang luar biasa.

1. Ingatlah bahwa merekalah yang menjadikan diri Anda seperti sekarang ini. Mereka memperhatikan semua kebutuhan Anda, setidaknya sampai usia Anda 10 tahun. Ketika kita masih bayi, mereka tak segan mengganti popok, memandikan, menimang, dan kurang tidur karena harus menjaga Anda. Pikirkan bahwa sangat banyak yang telah mereka lakukan untuk Anda.

2. Mereka selalu memberikan yang terbaik untuk Anda. Mereka memilih Anda hadir ke dunia dengan memberi Anda segala yang terbaik dengan sekuat tenaga dan seluruh kemampuan mereka. Adakah tanda cinta lain yang lebih penting dari semua itu?

3. Mereka telah banyak berkorban agar Anda mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan kehidupan mereka sendiri. Apakah Anda sudah mengetahui dan menghargai hal itu? Tidakkah Anda ingin melakukan hal yang sama untuk mereka?

Selasa, 18 Agustus 2009

Saat Bertemu


Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk bersyukur padanya. Karena ialah yang mengubah hidupmu.

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih. Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin teguh/kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia. Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.


sumber : jawaban.com