Untuk bisa mengelola keuangan pribadi Anda dengan baik, Anda harus mengenal 8 hal dasar pengelolaan uang ini. Jika tidak, maka harapan Anda untuk mengalami kemerdekaan financial maka akan menjadi sekedar impian saja. Tapi yang terpenting, ketika Anda telah mendapat pengetahuan ini adalah bertindak untuk melakukannya. Ingatlah bahwa mimpi tanpa tindakan hanyalah sekedar mimpi saja.
1.Tahu kemana saja uang Anda. Buat anggaran pembelajaan dan menabung. Dengan cara ini, setiap akhir bulan Anda punya pembanding apakah Anda sudah cukup baik mengatur keuangan atau tidak.
2. Bayar tagihan sebagai tindakan pertama saat menerima gaji. Asuransi, angsuran rumah, angsuran mobil dan kartu kredit harus menjadi prioritas utama sebelum membuat pembelanjaan lain.
3. Menabung! Pisahkan langsung dari gaji Anda setiap bulannya untuk menabung. Tentukan jumlahnya dan buatlah rekening khusus untuk itu. Jika perlu, buat potongan langsung dari rekening Anda setiap bulannya.
4. Hindari mengunakan kartu kredit. Kartu kredit adalah pinjaman. Artinya Anda harus membayar bunga dan juga biaya tahunan. Ini adalah pengeluaran yang seharusnya bisa Anda hindari.
5. Buat rencana pensiun sedini mungkin. Jika kantor Anda menawarkan untuk pemotongan gaji untuk Asuransi Tunjangan Hari Tua, pastikan Anda mengambilnya. Hal ini akan sangat berguna bagi Anda nantinya.
6. Tahu pasti kapan dan dimana Anda akan membeli rumah. Jangan dibutakan dengan harga perumahan yang terus naik. Pastikan Anda membeli rumah yang sesuai dengan kemampuan Anda sehingga Anda tidak dipusingkan dengan angsuran yang tiba-tiba membengkak karena naiknya bunga bank.
7. Miliki asuransi yang memadai dengan harga yang tepat. Pastikan asuransi yang Anda ambil menjawab kebutuhan Anda. Pelajari dengan baik sebelum memutuskan untuk membeli asuransi itu. Jangan karena desakan agen asuransi Anda terburu-buru memutuskan.
8. Jangan takut investasi. Taruh telur Anda dalam beberapa keranjang. Pilih saham, obligasi, danareksa, dan logam mulia untuk investasi Anda. Pastikan Anda siap dengan resikonya. Namun jangan terlalu takut sehingga sama sekali tidak berinvestasi, itu lebih berbahaya.
Tahun baru sudah di depan mata. Ini adalah saat yang tepat untuk menata kembali keuangan Anda. Sukses bagi Anda.
sumber: jawaban.com
Jumat, 11 Desember 2009
Senin, 07 Desember 2009
Kepahitan Vs Pengampunan

Setiap manusia di bawah kolong langit pastilah mengalami kepahitan. Yang membedakanya adalah keputusan kita atas kepahitan itu. Apakah kita hidup dalam kepahitan sepanjang umur kita? Atau kita segera melepaskan beban kepahitan itu dalam hidup kita.
Ada orang yang ditolak sejak kandungan, ada orang yang disakiti oleh perkataan orang lain, ada yang bercerai, ada yang merasa tidak dianggap kehadirannya, dan masih banyak lagi.
Hidup dalam dunia ini memang dipenuhi masalah silih berganti. Beruntunglah kita bahwa hidup di bumi ini hanya sementara saja. Namun bukan berarti kita hidup dengan kehendak diri kita, tapi jadikan hidup saat ini untuk melatih diri kita sebelum kekekalan.
Yohanes 15:19b, Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itu dunia membenci kamu. Ambillah keputusan yang benar dalam mengatasi kepahitan.
Ada sebuah ilustrasi dari sebuah apel. Apel yang baik adalah apel yang kulitnya bersih, segar, ranum. Itulah tampilan diri kita yang dilihat oleh orang lain. Orang lain hanya mampu melihat penampilan luar kita saja.
Namun ketika apel itu dipotong, kelihatanlah noda busuknya yang kecoklat-coklatan. Noda busuk itu adalah kepahitan dalam diri kita. Dan tentunya tidak baik dimakan, selain rasanya tidak enak, berbau atau mungkin berulat. Bagaimana caranya agar noda busuk itu tidak mencemari sisa apel tadi?
Dengan memotongnya dan membuang noda busuk tadi. Begitu juga dengan kepahitan. Sebelum virus kepahitan itu terus berakar ke dalam atau melebar pada wilayah hidup kita yang lain, segeralah memangkasnya. Caranya?
Lepaskan pengampunan atas masalah yang terjadi pada hidup kita. Berikan pengampunan pada orang yang telah menyakiti hidup kita. Matius 6:12, Dan ampunilah kami akan kesalahan kami,seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Ayat di atas adalah sepenggal Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya. Itu berarti Yesus menghendaki kita untuk segera memberikan pengampunan seperti Ia telah mengampuni kita terlebih dahulu. Dan inilah obat atas kepahitan itu yaitu mengampuni.
Kamis, 26 November 2009
MERRY CHRISTMAS
Selasa, 17 November 2009
10 Manajemen Diri Seorang Pemimpin

Pendahuluan
Setiap orang ingin menjadi seorang pemimpin. Seperti layaknya sebuah perusahaan, pribadi adalah salah satu bentuk yang perlu diarahkan dalam suatu teori manajemen. Orang-orang yang telah berhasil tidak luput dari cara mereka membentuk diri melalui sebuah masalah, yang ada dalam perjalanan hidupnya. Selain tidak gampang menyerah, mereka bertekun, berdoa dan berani menghadapi persoalan hidup.Kegagalan-kegagalan yang membuat mereka menitikkan airmata, namun terus berjuang mencapai apa yang mereka impikan. Tidaklah penting berapa kali anda gagal, namun berapa kali anda bangkit dari kegagalan itu. Itulah yeng menentukan kesuksesan mereka. Dan semua itu disebut manajeman diri. Dibawah ini ada beberapa hal mengenai manajeman seorang pemimpin. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang pemimpin.
1. Orientasi pada tujuan yang mulia.
Sebuah pekerjaan atau pelayanan yang menghampiri kita, janganlah kita lewatkan, tetapi ambillah kesempatan itu dan tentukan tujuan apa yang hendak anad capai. Tetapkan orientasi tujuan, yang kiranya mulia dihadapan Tuhan. Belajarlah menjadi orang yang memiliki orientasi tujuan, sehingga itu menjadi tolak ukur anda ketika anda mengerjakannya. Ia seperti sebuah nada lagu yang sumbang ketika anda telah menyimpang darinya. Dalam hal ini prioritaskan Tuhan dalam hidup anda. Artinya anda tidak fokus pada kepentingan sendiri, keinginan dan keegoisan anda, tapi meletakkannya dalam porsi Tuhan. Anda akan tahu apa yang Tuhan inginkan dari anda atas pekerjaan atau pelayanan itu. Akan ada waktunya untuk anda pahami. Tujuan yang mulia biasanya mencakup kebutuhan orang banyak, dan menggeserkan keegoan kita. Hal ini bersifat obyektif, dan bukan subjektif (aku). Gantikan “aku” menjadi “mereka”.
2. Berani mencoba hal-hal yang baru. Seseorang yang ingin menjadi seorang pemimpin harus berani mencoba hal-hal yang baru dan baik. Ia berani berimprovisasi dan tidak kaku pada suatu sistem yang salah. Ia memperbaharui sistem itu sehingga berkembang menurut jamannya, agar ia tidak mati oleh karena sang waktu. Seorang pemimpin harus mengambil langkah yang tepat, apakah perubahan itu diperlukan dengan mempertimbangkan kebaikan dan keburukan atas hal-hal yang baru tersebut. Apakah perubahan itu membuatnya merasa lebih baik, karena terkadang perubahan itu akan mengubah sikapnya 180 derajat. Perubahan biasanya membuat orang disekitar kita tidak merasa nyaman atau bahkan ragu-ragu terhadap diri kita( baca: kepemimpinan). Setiap keputusan pasti ada konsekuensinya. Jalani dengan penuh keyakinan diri, ketika anda melakukannya, orang-orang akan memperhatikan diri anda, melihat sikap anda dan terus memonitor anda. Namun lambat laun, ketika segala sesuatu terbukti baik, maka orang-orang akan menjadi yakin dengan diri anda. Ketika anda berhasil menyakinkan mereka, maka mereka akan menjadi pengikut anda, dalam arti kata,anda akan menjadi teladan buat mereka. Yakinkanlah mereka dengan perbuatanmu, dan bukan dengan kalimat kata-kata.Antara perbuatan dan perkataan hendaknya searah.
3. Libatkanlah Tuhan dalam pekerjaan/pelayanan
Point ini sangat penting dilakukan. Karena Tuhan adalah sang sutradara dalam kehidupan kita. Libatkanlah Dia dalam segala tindakan dan keputusan anada. Anda tidak akan berhenti pada satu titik yang salah. Dia tahu apa yang terbaik buat anda. Berdoalah sebelum anda mengambil keputusan, dengan demikian anda telah mengizinkannya untuk capur tangan. Keputusan-keputusan yang sederhana akan menentukan keputusan-keputusan yang besar. Ada kalanya keputusan yang sederhana itu bersumber dari Tuhan. Dia tidak ingin anda terkekang dalam masalah yang rumit dan tidak terselesaikan. Anda butuh bantuanNya. Meskipun pekerjaan akan memberikan warna yang baru dalam hidup anda. Anda akan menikmati pekerjaan dan pelayanan itu, namun bukan berarti anda bebas dari masalah. Paling tidak , pekerjaan anda memberikan kontribusi pada pribadi anda,misalnya pembentukan karakter, kedewasaan, pembelajaran diri dan perkembangan diri.
4. Memiliki hati yang melayani
Entah kita sadari atau tidak, hidup kita adalah melayani dan dilayani. Memiliki hati melayani adalah ciri seorang pemimpin. Mengapa? Karena ia telah memberikan teladan bagi orang lain. Hati melayani adalah hati seorang hamba. Seorang hamba memberikan pelayanan bagi tuannya tanpa menuntut suatu pujian atau hormat. Melayani bukanlah untuk mendapatkan kehormatan, tapi sebaliknya melayani agar kebutuhan orang lain terpenuhi atau dipuaskan. Seorang hamba tidak memiliki wewenang apapun pada tuannya, kecuali upah yang diberikan sesuai pekerjaannya. Upah inilah yang menjadi titik awal dari apa yang ia kerjakan. Seorang pemimpin tidak harus memiliki jabatan direktur, komisaris, manajer, kepala supervisor, gembala, dan yang lainnya. Siapapun yang memiliki hati melayani adalah seorang pemimpin. Dan upah yang ia dapat adalah banyaknya orang yang akhirnya mengikuti ia dengan menjadi teladan lagi buat orang lain. Ia telah menjadi teladan buat sekitarnya, dan orang-orang yang meneladaninya pun menjadi teladan buat hidup orang-orang lain, dan seterusnya.Yang menjadi teladan bagi mereka adalah kehidupan yang ia pancarkan melalui sikap dan perbuatanya, keputusan dan perkataannya, dan sebagainya. Itulah seorang pemimpin. Yesus sudah mejadi teladan buat diri kita, dan selanjutnya bagian kita mempresentasikan teladanNya.
5. Mengembangkan talenta
Seorang pemimpin tidak merasa cepat puas atas apa yang ia miliki saat ini. Dan ini bukan berbicara mengenai jabatan dan harta benda, tapi talenta.Seorang pemimpin akan terus mengembangkan dirinya melalui talenta-talenta yang ia miliki saat ini, sampai akhirnya ia menciptakan sesuatu yang baru dalam hidupnya. Ia berkarya dan terus mencipta hal-hal yang positif dalam dirinya. Talenta yang ia miliki dipergunakan untuk kebutuhan orang banyak, dan memperkaya diri dengan berbagai macam pengetahuan akan talenta itu. Ketika orang lain berkata “ cukup, pemimpin berkata “tidak”. Hidupnya terus bergelora ketika apa yang ia persembahkan buat kehidupan orang lain menjadi berkat bagi orang tersebut, maka ia terus akan mendaki puncak-puncak gunung berikutnya. Selalu ada puncak-puncak gunung yang lebih tinggi yang akan ia raih. Memang ia akan berhenti sejenak, namun kemudian ia akan bersiap menerima hal-hal yang baru dan segera mengambil langkah yang terbaik untuk setiap kesempatan yang ada.
6 . Selesaikan tugas dengan terbaik dan bijaksana
Setiap orang mengemban sebuah tugas, namun sedikit orang mampu menyelesaikannya dengan baik. Banyak yang berhenti ditengah jalan, malah ada yang tidak dapat mengerjakannya sama sekali. Entah memang tidak mampu atau tidak mau. Mereka hidup dalam ketidakpedulian atas diri sendiri, maka bagaimana mungkin mereka dapat menyelesaikannya dengan baik. Bentuk kepedulian kita yang mendorong kita mampu menyelesaikan tugas tersebut. Setiap orang mulai pada titik yang sama, tapi menyelesaikannya pada titik yang berbeda. Hal ini terjadi karena perbedaan motivasi, daya pikir, dan keinginan yang berbeda. Seseorang yang mampu menyelesaikannya dengan baik adalah seorang pemimpin yang bijaksana. Karena ia tahu bagaimana memulainya dan bagaimana mengakhirinya. Tidak semua orang setuju dan gembira bersama atas keberhasilan kita, namun percayalah bahwa setiap orang menikmati hasil pekerjaan kita yang terbaik.Dan itulah yang mulia.
7. Lakukan kehendak Tuhan
Ini biasanya yang sulit dikerjakan, karena kita tidak tahu apa yang menjadi standar-standar Tuhan, tapi bersyukurlah karena kita memmpunyai firman Tuhan , sehingga kita menjadi tahu apa yang berkenan dihadapanNya. Saat anda hendak mengambil sebuah keputusan, berdoalah dahulu, agar anda mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupmu. Kehendak Tuhan bukan hanya semata-mata menyenangkan orang banyak, tetapi kehendak Tuhan adalah terbaik buat semua orang. Yang baik buat kita, belum tentu kehendak Tuhan, tapi kehendak Tuhan adalah yang terbaik buat kita.
8. Muliakanlah Tuhan , bukan diri sendiriMuliakanlah Tuhan melalui hidupmu. Kita hidup didunia ini bukan diperuntukkan diri kita sendiri, tapi buat Tuhan dan orang lain. Manusia adalah makhluk sosial, oleh karena itu ia tidak dapat hidup dalam kesendirian sepanjang usianya. Manusia mebutuhkan pertolongan, dukungan, dorongan dari manusia lain. Saling membutuhkan, saling memenuhi, saling mencukupi, demukianlah manusia hidup. Manusia membutuhkan pengakuan, penghargaan, dari orang lain.Manusia adalah mahkluk yang sempurna , tapi pribadi manusia tidak sempurna, karena yang sempurna adalah milik Tuhan. Tuhanlah yang dapat mmbuat kita menjadi sempurna. Oleh karena itu kemuliaan milik Tuhan, bukan manusia. Walau dengan segala upaya dan daya, manusia ingin sempurna, tapi tetap tidak dapat, karena pasti ada celah-celah kecil yang buruk dalam diri kita, yang tidak bisa kita tutupi. Hanya Tuhan yang sempurna, dan Dialah yang layak menerima kemuliaan itu, bukan diri kita. Tidak baik manusia mempermuliakan dirinya, sebab itu dapat mendatangkan bencana bagi hidupnya, yaitu kesombongan dan keangkuhan diri, yang akhirnya membuat dia jatuh dalam dosa yang besar. Seorang pemimpin tidak akan merasa malu menyadari bahwa ia tidak sempurna, tetapi karena dia mengerti bahwa dia hanyalah ciptaan Yang Maha Kuasa.Dan itu tidak membuat dia menjadi lemah, tapi justru dia menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.
9 Miliki Team atau partner.
Sebuah batang lidi akan mudah dipatahkan, Seikat batang lidi akan sulit dipatahkan Demikian juga manusia, bersama tim kita lebih kuat, dari pada seorang diri. Team yang dapat memberi dukungan, dorongan, motivasi buat kita. Seorang pemimpin yang berhasil, pastilah ada sejumlah orang yang menjadi teamnya untuk meraih keberhasilan itu. Team dapat dibentuk ketika adanya persamaan kepentingan atau hasrat, misalnya team keluarga, team kantor, team department,team komsel, team anak, team hobi, da lainnya. Untuk membentuk team, perlu kerendahan hati dan kejujuran pada setiap anggota team. Hal inilah yang membuat team tersebut tetap bertahan oleh sang waktu karena timbulnya rasa persaudaraan dan rasa saling percaya.
10. Memegang teguh integritas
Dalam kamus bahasa Indonesia, integritas artinya kejujuran; mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki kemampuan yang memancarkan kewibawaan. Membangun suatu integritas diperlukan ketekunan dan kekuatan untuk menolak hal-hal yang dapat meruntuhkan integritas kita. Anda butuh membangun integritas dalam waktu yang lama, bukan jangka pendek, namun anda bisa menghancurkannya dalam sekejap. Orang lain dapat mengenal anda sebagai pemimpin melalui integritas diri anda, yang anda pancarkan melalui kehidupan anda. Ketika anda membangun sebuah integritas, kemungkinan orang-orang menolak anda, tapi ketika anda berhasil membangun integritas itu orang-orang akan menghormati anda. Bangunlah integritas yang benar sesuai firman Tuhan. Orang-orang memandang lingkungan anda dan menilai diri anda dimana anda berada. Itulah integritas.
Penutup
Ke sepuluh manajeman diri seorang pemimpin ini tidak bersifat baku /mutlak, namun sebagai seorang pemimpin bersikaplah terbuka pada hal-hal yang baru, dan tetap saringlah hal yang terbaik. Renungkanlah apa yang tertulis diatas, semoga dapat memberkati banyak orang.
Langganan:
Postingan (Atom)





